Ini Hal yang Harus Diperhatikan Seks Saat Hamil

MEDANHEADLINES.COM, –¬† Sebagian orang percaya bahwa berhubungan seks ketika hamil dapat membantu kelancaran proses persalinan. Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi, guna membantu penekanan. Sehingga, kepala bayi dapat masuk ke bawah bagian panggul.

Secara tidak langsung ini dapat membantu juga. Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua tetap mempertimbangkan keamanannya.

1. Harus hati-hati

Hubungan saat hamil muda harus dilakukan dengan nyaman agar tidak terjadi kontraksi yang dahsyat sehingga menyebabkan pecahnya ketuban. Pasalnya, pecahnya ketuban menyebabkan bayi keracunan dan terinfeksi. Usaha boleh tapi kebersihan juga harus terjaga.

Apabila Anda mengalami pecah ketubah segeralah menghubungi dokter pelayanan kehamilan Anda, karena golden priodenya 6 jam. Bila lebih dari 6 jam harus diberikan antibiotik. Bila tidak maka akan semakin banyak kumannya.

Masalah lain yang harus diwaspadai adalah tali pusar akan terjepit di antara bayi dan rahim. Akibatnya dapat terjadi gawat pada janin. Bayi menjadi sesak dan kehabisan oksigen karena oksigen tidak dapat masuk ke tubuh bayi.

Ada proses mengisap, bayi bisa menelan air ke tuban ke paru-paru. Itu akan berbahaya. Selain itu, dalam situasi tertentu berhubungan seks pada trimester kedua tidak diperbolehkan khususnya pada ibu hamil dengan plasenta previa, di mana plasenta menghalangi serviks. Pelebaran serviks prematur, dan berisiko mengalami persalinan prematur.

2. Waktu yang tepat

Waktu yang tepat untuk berhubungan seks sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih nyaman. Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda menunda hubungan seks terlebih dahulu. Pasalnya, hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat.

Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi hubungan seks sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum matang. Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bulan.

Pada kehamilan berusia 9 bulan, bayi sudah siap untuk dilahirkan bila terjadi kontraksi sehingga air ketuban pecah. Pasalnya, paru-paru bayi sudah matang. Kalau bisa di atas 36 minggu, bila pecah ketuban, bayi lahir sudah aman karena mampu bernapas di luar tubuh ibu.

3. Posisi seks yang aman

Banyak orang menganggap seks saat hamil sangat berbahaya pada janin karena penis, orgasme dan ejakulasi dapat mencederai bayi. Sebenarnya tidaklah demikian, hubungan seks dengan pasangan pada saat hamil dan menjelang persalinan dilakukan dengan sangat rileks. Posisi yang baik dalam berhubungan seks saat hamil, yaitu tidak menekan perut.

Posisi berhubungan seks saat hamil yang baik adalah setengah duduk. Posisi ini tidak menekan perut atau dapat pula Anda mengambil posisi suami berlutut dengan satu lutut untuk menahan berat badannya. Gaya lainnya, Anda dapat mengangkat kedua kaki ke atas agar Anda nyaman saat bercinta. (sumber : DokterSehat.com)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *