Gerakan Sudah Tidur Nyenyak? Apakah Toa Itu Sudah Berkarat?

MEDANHEADLINES.COM, – Sudah lama rasanya tidak melangkahkan kaki ke kampus, tempat berkumpulnya para intelektual. Ketika masih kuliah, banyak hal yang aku dapatkan dari kampus, tempat aku menimba ilmu. Tidak hanya dari dalam ruang kelas, tapi juga di luar ruangan.

Seakan bernostalgia, aku bertemu dengan kawan yang pada masa kuliahnya dihabiskan menjadi seorang aktivis. Bahkan, kerap juga kawan-kawan yang lain memanggilnya sebagai ikon gerakan.

Panjang bercerita, sampailah pada pembahasan terkait gerakan mahasiswa saat ini. Menurutnya, gerakan mahasiswa saat ini sedang tidur nyenyak. Ibarat mendengar lagu nina bobok, para mahasiswa ditemani bantal guling, nyaman dengan mimpi yang tak pernah terjangkau.

“Aku kecewa dengan gerakan mahasiswa sekarang ini bung!. Seakan hilang jiwa kekritisan mereka. Sudah jelas bangsa ini dalam keterpurukan. Banyak yang kesulitan, tapi enggak ada mereka sikapi,” keluhnya.

Ia bercerita panjang lebar terkait fase demi fase telah dilalui bangsa ini. Gerakan tahun 1908, 1928, 1945, 1965, 1974 dan gerakan tahun 1998. Ia bercerita, ketika ia masih menyandang status sebagai mahasiswa dan sebagainya.

Menurutnya, mahasiswa tidak layak lagi menyandang status sebagai ‘agent of change’s dan sosial of control’. Mahasiswa tidak paham dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian.

“Heran kita bung! kenapa mereka diam? enggak pernah ada gerakan mahasiswa lagi. Apakah sudah nyaman dengan kehidupan saat ini. Sudah jelas perekonomian semakin sulit, nilai tukar rupiah semakin merosot. Apa-apa sudah mahal, jangankan demo turun ke jalan, mengkritisi lewat tulisan pun tidak pernah,” ungkapnya.

Sungguh kesal dirinya. Kekesalan tersebut terpancar jelas dari raut wajahnya yang semakin tua. Hingga ia menyatakan, tidak bisa lagi mengandalkan gerakan mahasiswa. Ia pun berniat untuk memobilisasi masyarakat untuk turun ke jalan.

Namun, yang cukup menggelitik, ia menanyakan toa padaku. Jujur kujawab, aku tidak mempunyai toa. Ia pun menyatakan di sekretariat organisasinya saat di kampus ada toa.

“Ada sih toa di sekret kami. Tapi, enggak tahu pula aku, masih bagus atau tidak. Entah sudah karatan,” katanya.

Hahaha… ya bisa saja toa itu sudah berkarat karena sudah lama sekali tidak terpakai.

 

Penulis : Ryan Achdiral Juskal

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *