BPOM : Produk Rokok Di Indonesia Belum Memiliki Batasan Kadar Maksimal Nikotin

MEDANHEADLINES.COM – Produk rokok di Indonesia hingga saat ini belum memilikKadar maksimal kandungan nikotin dan tar dalam produknya sehingga kandungan zat tersebut masih berbeda-beda

Kasubdit Pengawasan Produk Tembakau BPOM Moriana Hutabarat dalam keterangannya mengatakan, kadar nikotin pada rokok paling tinggi yang saat ini mereka temukan dipasaran adalah sebesar 4 miligram.

“Di luar negeri itu maksimal 1,5; 1,25; 1 miligram kadarnya. Di Indonesia kadar nikotin paling tinggi 4 miligram untuk sigaret kretek tangan,” jelas Moriana.

Dia menambahkan kadar nikotin yang paling banyak di pasaran sebesar 2,5 miligram yaitu untuk sigaret kretek mesin.

Moriana menjelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan tidak mengatur mengenai batasan kadar kandungan nikotin dan tar dalam rokok.

Dalam PP tersebut dijelaskan BPOM hanya bertugas mengawasi dan menguji apakah kandungan nikotin dan tar yang ada dalam rokok sesuai dengan yang tertulis pada kemasannya.

” Jadi industri rokok bisa menentukan berapapun jumlah kandungan nikotin dan tar dalam rokok asalkan kadarnya sesuai dengan yang tertulis pada kemasan,” ungkapnya

Oleh karena itu dia berharap ada evaluasi dan perubahan peraturan tentang produk tembakau untuk setidaknya mengurangi kandungan zat berbahaya dalam rokok.(ant)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *