Stasiun Antariksa Tiangong 1 Milik China Yang Jatuh Makin Dekati Bumi

MEDANHEADLINES.COM – Stasiun Antariksa MilikChina Tiangong -1 dalam beberapa hari terakhir telah mengalami penurunan ketinggian orbit yang signifikan menuju bumi dan diperkirakan akan jatuh dalam rentang 1-3 April 2018.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa stasiun antariksa pertama milik China telah memasuki ketinggian 178 kilometer, di mana itu turun sembilan kilometer dari laporan terdahulu

“Penurunan orbit makin cepat. Saat ini ketinggian sekitar 178 kilometer (turun sembilan kilometer per hari),” ujar Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin dikutip dari akun Facebook-nya, Minggu 1 April 2018.

Dikatakannya, butuh penurunan 58 kilometer lagi untuk menyatakan bahwa stasiun luar angkasa berbobot 8,5 ton itu dikatakan jatuh dan mulai diketahui di mana serta kapan menghantam Bumi.

Tiangong-1 ini dimungkinkan jatuh di daerah antara 43 derajat lintang utara hingga 43 derajat lintang selatan, termasuk wilayah Indonesia masuk di dalamnya.

Perhitungan tersebut yang membuat LAPAN terus gencar memantau pergerakan jatuhnya Tiangong-1 dari minggu-minggu kemarin. LAPAN memanfaatkan sistem pemantauan benda antariksa jatuh buatannya, yaitu Track-It.

Thomas menuturkan objek antariksa disebut jatuh ketika sudah mencapai ketinggian 120 kilometer. Ketika itu, hanya dalam beberapa menit Tiangong-1 akan pecah dan terbakar.

“Pecahannya akan jatuh di sepanjang orbitnya, pada rentang jarak puluhan sampai ratusan kilometer,” demikian penjelasannya.

Thomas mengatakan, kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara kerapatan atmosfer sendiri dipengaruhi aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi.

Variasi aktivitas Matahari yang menyebabkan rentang ketidakpastian waktu jatuhnya cukup besar. Tingkat akurasinya akan bertambah dengan makin dekatnya waktu jatuh.

Diketahui, pertama kali diluncurkan pada 29 September 2011, stasiun luar angkasa pertama Negeri Tirai Bambu tersebut mengorbit di ketinggian 350 kilometer.

Ketika itu, Tiangong-1 merupakan muatan dari Long March 2F yang diluncurkan di Jiuquan Satellite Launch Center, China., Stasiun luar angkasa berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdiameter 3,4 meter dan dilengkapi bentengan panel surya di kedua sisinya ini, pernah ditempati para penjelajah antariksa dari China.

Namun sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dapat dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Stasiun luar angkasa China itu berpotensi jatuh ke Bumi di wilayah pada rentang 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan, termasuk Indonesia di dalamnya. (red)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *