Jumlah Kematian Akibat Kanker di Indonesia Diperkirakan 1,4 Per 1000 Penduduk

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Jumlah Kematian akibat kanker menduduki peringkat kedunia di dunia dengan perkiraan mencapai angka 7,5 Juta Orang,Sementara di Indonesia, Penyakit ini diperkirakan merengut nyawa mencapai 1,4 per 1000 penduduk.
Sementara untuk jenis kanker yang tertinggi penyebab kematian yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim yang terjadi pada perempuan.
Menyikapi hal ini, Direktur Utama Rumah Sakit Murni Teguh, dr Togar Siallagan MM AAK mengatakan penyakit ini harus diutamakan ditiap rumah sakit dalam penanganannya.
“Dari kanker ini 70 persen kematian terjadi di negara miskin dan berkembang. Diperkirakan ada 7,5 juta orang di dunia,” Pungkasnya
Karenanya, melihat jumlah yang besar tersebut berbagai rumah sakit diharap mampu berkembang dan melengkapi alat radioterapi atau teknologi canggih lainnya untuk pengobatan kanker tersebut. Seperti alat radioterapi tercanggih Linac Elekta Versa HD yang ada di RS Murni Teguh.
“Dengan alat ini, waktu pengobatannya bisa lebih singkat, kemudian dapat menurunkan dosis non-terapeuti untuk melindungi organ tubuh yang berisiko. Jadi bisa mengurangi risiko kanker sekunder,” jelasnya.
Menurut Togar, dengan alat ini kualitas foto akan lebih optimal dan dosisnya lebih rendah. Selain peralatan, juga memiliki Onkologi Team yang sangat berpengalaman.
“Kita juga ada cancer community dan homecare yang bisa membuat pasien kanker lebih nyaman, setidaknya bisa menjaga kualitas hidupnya. Homecare ini memang belum masuk dalam BPJS Kesehatan, tapi begitupun untuk pasien yang kurang mampu, kita akan bantu dan bisa mendapatkan pelayanan yang sama,” ujarnya.
Togar menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki Murni Teguh, tercatat pasien kanker pada tahun 2017, sebanyak 70 persennya berasal dari Kota Medan, yakni 848 peserta dan disusul Pematang Siantar, Binjai, Tangjung Morawa dan Tebing Tinggi.
“Jumlah pasien radioterapi di sini, tahun 2015 ada 1.086 orang dan 936 tercover BPJS Kesehatan. 2016 ada 2.557 orang dan pasien BPJS ada 2.107 sementara 2017 ada 1.553 orang, diantaranya tercover BPJS Kesehatan ada 1.403 orang,” jelasnya

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *