Produksi Aren Sumut naik Signifikan

MEDANHEADLINES,Medan – ┬áKepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati mengatakan, produksi aren di Sumut mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahun. Hal ini disebabkan Sumatera Utara terus menggenjot pengembangan tanaman aren dan memasukkannya dalam daftar komoditas unggulan dan terlihat dengan capaian produksi aren tahun 2015 sebanyak 3.444,07 ton dengan lahan seluas 5.788,15 hektare.

“Pengembangan yang dilakukan secara kontinu memang berkontribusi besar dalam meningkatkan produksinya. Apalagi kini pertanaman aren tidak lagi hanya mengandalkan yang tumbuh liar di hutan tapi sudah bisa dibudidayakan secara khusus. Penangkar bibitnya pun sudah ada,” ujarnya

Saat ini, Ungkap Herawati, pertanaman aren memang masih diusahai oleh perkebunan rakyat. Belum ada perusahaan perkebunan (PTPN), maupun perusahaan besar swasta nasional dan asing.

Herawati mengatakan, masuknya aren sebagai komoditas unggulan di samping kelapa sawit, karet, kakao, kopi dan kelapa, membuat pengembangannya tidak hanya terpusat di hulu. Tapi juga digenjot hingga hilir sehingga petaninya akan mendapatkan nilai tambah bagi produk yang dihasilkannya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk membantu petani supaya produk hilirnya bisa terserap pasar. Dengan adanya pengembangan hingga ke hilir, pertanaman di senta-sentra aren juga terus ditingkatkan di antaranya di Tapanuli Selatan (Tapsel), Padanglawas Utara (Paluta), Langkat, Mandailing Natal (Madina), Nias, Deliserdang dan Labuhanbatu. Selain itu, ada juga sedang proses pengembangan di Samosir dalam jumlah yang kecil.

Sementara itu, Dewan Penasehat Asosiasi Aren Indonesia (AAI) Pusat Prof Abdul Rauf mengatakan, pengembangan aren di Sumut salah satunya dipusatkan di Buluh Awar Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang.

“Di Buluh Awar juga sudah ada penangkar bibitnya. Sehingga tidak lagi tergantung pada hasil alam. Ini juga membuat petani semakin tertarik menanam aren. Apalagi produk hilirnya seperti gula aren kini semakin diminati masyarakat sebagai pengganti gula glukosa (dari tebu),” katanya.

Aren yang ditanam petani saat ini umumnya belum ala kebun. Kalaupun sudah ada, jumlahnya sangat kecil dan dilakukan secara mandiri. Karena kini aren masuk komoditas unggulan, menurut Rauf, upaya yang dilakukan pemerintah harus maksimal. Terutama dalam menyokong sisi permodalan petani.

Karena jika modal terpenuhi, pengelolaannya akan lebih tepat yang nantinya juga akan berdampak pada capaian produksi.

“Indonesia masih menjadi negara produsen aren terbesar di dunia di atas Birma. Jika pengembangannya serius, bukan tidak mungkin kontribusi Sumut akan sangat besar secara nasional. Apalagi kini penangkar benih siap untuk memasok sebanyak apapun kebutuhannya di Sumut,” Jelas Rauf.(mb)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *